Saat Iman Terasa Hilang, Baca Kisah Ini
Hanzhalah Mengira Dirinya Munafik
Pernahkah Anda merasa sangat dekat dengan Allah setelah menghadiri kajian, membaca Al-Qur'an, atau menyelesaikan ibadah tertentu? Hati terasa tenang, air mata mudah mengalir, dan semangat beribadah begitu besar.
Namun beberapa hari kemudian, perasaan itu perlahan menghilang.
Shalat terasa biasa saja. Doa tidak lagi sehangat sebelumnya. Kesibukan dunia kembali memenuhi pikiran. Lalu muncul pertanyaan yang membuat hati gelisah:
"Apakah ada yang salah dengan imanku?"
Bahkan sebagian orang sampai takut dan bertanya dalam hati:
"Jangan-jangan aku ini munafik."
Ternyata perasaan seperti ini pernah dirasakan oleh salah satu sahabat Rasulullah ﷺ.

Ketika Hanzhalah Merasa Menjadi Munafik
Sahabat tersebut adalah Hanzhalah bin Abi Amir.
Dalam sebuah hadits sahih, Hanzhalah bertemu dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq dan berkata:
"Hanzhalah telah menjadi munafik."
Abu Bakar terkejut mendengarnya. Lalu beliau bertanya apa yang menyebabkan Hanzhalah berkata demikian.
Hanzhalah menjelaskan bahwa ketika berada bersama Rasulullah ﷺ, mendengarkan nasihat beliau tentang surga dan neraka, seakan-akan semua itu terlihat jelas di depan mata. Iman terasa begitu kuat.
Namun ketika kembali kepada keluarga, pekerjaan, dan urusan dunia, keadaan hati itu tidak lagi sama.
Hadits ini dapat ditemukan dalam Sahih Muslim dan menjadi salah satu riwayat yang paling menenangkan bagi kaum muslimin.
