Madinah Mengajarkan Cinta kepada Rasulullah ﷺ
Ada satu perasaan yang sulit dijelaskan oleh siapa pun yang baru pertama kali tiba di Madinah.
Bukan karena bangunannya lebih megah. Bukan karena kotanya lebih ramai. Tetapi karena di kota inilah, nama yang selama ini hanya kita ucapkan dalam shalat, doa, dan salawat, terasa begitu dekat.
Banyak jamaah mengaku tidak mampu menahan air mata ketika pertama kali melihat Kubah Hijau Masjid Nabawi. Mereka baru menyadari bahwa selama bertahun-tahun, mereka telah mencintai seseorang yang belum pernah mereka lihat.
Untuk memahami kemuliaan Kota Nabi, Allah sendiri mengabadikan berbagai keutamaan Rasulullah ﷺ dalam Al-Qur'an. Salah satunya dapat dipelajari melalui tafsir ayat-ayat tentang beliau di https://quran.com.
Bertahun-Tahun Mengucapkan Salawat
Setiap hari kita mengucapkan:
Allahumma shalli 'ala Muhammad.
Dalam shalat.
Dalam doa.
Pada hari Jumat.
Bahkan ketika nama beliau disebut.
Sering kali kita mengucapkannya tanpa benar-benar membayangkan bahwa setiap salawat yang dikirim akan sampai kepada Rasulullah ﷺ, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits shahih.
Penjelasan mengenai keutamaan bershalawat dapat dibaca di https://sunnah.com.
Lalu Sampailah Kita di Madinah
Kemudian Allah mempertemukan seorang hamba dengan Madinah.
Ia berdiri di pelataran Masjid Nabawi. Kubah Hijau berada di hadapannya. Di balik kawasan itu, beristirahat manusia yang selama ini ia cintai sepanjang hidupnya.
Di titik itu, banyak jamaah kehilangan kata-kata.
Yang tersisa hanya salam.
Assalamu'alaika ya Rasulullah.
Bukan karena Rasulullah ﷺ membutuhkan salam kita.
Tetapi karena hati kita yang selama ini ternyata merindukan beliau.
Sejarah Masjid Nabawi dan perkembangan Kota Madinah dapat dipelajari lebih lanjut melalui https://www.islamiclandmarks.com.
Rasulullah ﷺ Sudah Mencintai Umatnya Lebih Dahulu
Yang membuat momen itu semakin menggetarkan adalah satu kenyataan.
Rasulullah ﷺ telah mendoakan umatnya jauh sebelum kita lahir.
Beliau menangis untuk umat yang belum pernah beliau temui.
Beliau menyebut mereka sebagai saudara-saudaranya.
Beliau berharap dapat bertemu dengan mereka.
Dan hari ini, salah satu dari umat itu adalah kita.
Bahkan Allah memuji akhlak beliau dengan firman-Nya:
"Dan sungguh engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung."
(QS. Al-Qalam: 4)
Ayat tersebut dapat dibaca beserta tafsirnya melalui https://quran.com/68/4.
Mengapa Banyak Orang Ingin Kembali ke Madinah?
Hampir semua jamaah mengatakan hal yang sama setelah pulang.
Yang tertinggal bukan koper.
Bukan oleh-oleh.
Tetapi hati.
Madinah tidak membuat seseorang mulai mencintai Rasulullah ﷺ.
Madinah hanya memperlihatkan bahwa cinta itu sebenarnya sudah ada sejak lama.
Karena itulah, kerinduan kepada Kota Nabi sering kali muncul bahkan sebelum pesawat mendarat di negara asal.
Semoga Allah Memanggil Kita Kembali
Tidak semua orang diberi kesempatan berdiri di Masjid Nabawi.
Tidak semua orang diberi kesempatan mengucapkan salam secara langsung di Kota Nabi.
Karena itu, jika Allah sudah memanggilmu ke Madinah, jangan sia-siakan setiap detiknya.
Nikmati perjalanan ibadah dengan tenang, pahami sejarah setiap tempat yang dikunjungi, dan fokus memperbanyak ibadah tanpa harus dipusingkan urusan teknis perjalanan.
Bersama King Salman Travel, perjalanan umroh dirancang agar jamaah dapat lebih khusyuk menikmati setiap momen di Makkah dan Madinah, ditemani pembimbing yang berpengalaman serta pelayanan yang mengutamakan kenyamanan selama berada di Tanah Suci.
Semoga Allah menerima setiap salawat yang kita kirim, menerima setiap salam yang kita ucapkan di hadapan Rasulullah ﷺ, dan mempertemukan kita kembali dengan Madinah di waktu terbaik menurut-Nya. Aamiin.
