Kaum Anshar: Orang-Orang yang Menolong Agama Allah Tanpa Mengharap Balasan
Mereka Belum Pernah Bertemu Rasulullah ﷺ, Tetapi Sudah Siap Mengorbankan Segalanya
Kaum Anshar adalah penduduk Madinah yang mengubah arah sejarah Islam dengan sebuah keputusan yang luar biasa.
Saat kaum Muslimin di Makkah mengalami penyiksaan, pengusiran, dan tekanan yang semakin berat, sekelompok penduduk Yatsrib mendengar tentang seorang nabi yang membawa risalah tauhid.
Mereka belum pernah melihat wajah Rasulullah ﷺ.
Mereka belum pernah hidup bersama beliau.
Mereka juga tidak memiliki jaminan bahwa menerima beliau akan membuat hidup mereka lebih aman. Justru sebaliknya, keputusan itu berisiko mengundang permusuhan dari seluruh Jazirah Arab.
Namun mereka tetap berbaiat di Aqabah. Mereka berjanji akan melindungi Rasulullah ﷺ sebagaimana mereka melindungi keluarga mereka sendiri.
Dari keputusan inilah lahir sebuah masyarakat yang kelak menjadi fondasi peradaban Islam.
Ketika Kaum Muhajirin Datang Tanpa Membawa Apa-Apa
Setelah hijrah ke Madinah, kaum Muhajirin meninggalkan hampir seluruh harta mereka di Makkah.
Sebagian datang tanpa rumah.
Tanpa pekerjaan.
Tanpa penghasilan.
Di sinilah kemuliaan Kaum Anshar benar-benar terlihat.
Mereka tidak sekadar mengucapkan selamat datang.
Mereka menawarkan rumah mereka.
Mereka membagikan makanan mereka.
Sebagian bahkan menawarkan kebun, lahan, dan harta yang mereka miliki kepada saudara-saudara mereka dari Makkah.
Persaudaraan yang dibangun Rasulullah ﷺ bukan sekadar persaudaraan dalam ucapan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam pengorbanan nyata.
Allah Memuji Kaum Anshar di Dalam Al-Qur'an
Keikhlasan Kaum Anshar mendapat pujian langsung dari Allah dalam Surah Al-Hasyr ayat 9.
Allah berfirman bahwa mereka mencintai orang-orang yang berhijrah kepada mereka, tidak merasa iri terhadap apa yang diberikan kepada kaum Muhajirin, bahkan lebih mengutamakan saudaranya meskipun mereka sendiri sedang membutuhkan.
Ayat lengkap dapat dibaca di:
Ayat ini menjadi salah satu penghormatan terbesar yang pernah diberikan Allah kepada suatu kelompok manusia di dalam Al-Qur'an.
Rasulullah ﷺ Sangat Mencintai Kaum Anshar
Kecintaan Rasulullah ﷺ kepada Kaum Anshar juga tampak dalam banyak hadis.
Beliau pernah bersabda:
"Seandainya bukan karena hijrah, niscaya aku termasuk salah seorang dari Kaum Anshar."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Setelah penaklukan Makkah, sebagian Kaum Anshar sempat merasa khawatir Rasulullah ﷺ akan menetap kembali di kota kelahirannya.
Beliau lalu menenangkan mereka dengan mengatakan bahwa mereka akan pulang bersama Rasulullah ﷺ, sementara orang lain hanya pulang membawa harta rampasan perang.
Bagi Kaum Anshar, kebersamaan dengan Rasulullah ﷺ jauh lebih berharga daripada seluruh keuntungan dunia.
Apa Pelajaran dari Kaum Anshar untuk Kita?
Kisah Kaum Anshar bukan hanya tentang sejarah hijrah.
Ia adalah pelajaran tentang bagaimana iman mengalahkan kepentingan pribadi.
Di zaman ketika banyak orang bertanya, "Apa untungnya bagiku?", Kaum Anshar justru bertanya, "Apa yang bisa kami berikan untuk agama Allah?"
Mereka membantu tanpa berharap balasan.
Mereka memberi tanpa takut kekurangan.
Mereka mengutamakan saudaranya meskipun diri mereka sendiri membutuhkan.
Sikap inilah yang membuat nama mereka diabadikan dalam Al-Qur'an dan doa Rasulullah ﷺ hingga akhir zaman.
Setiap Muslim Berutang kepada Mereka
Hari ini, setiap Muslim yang mengenal Islam sesungguhnya sedang menikmati buah dari pengorbanan Kaum Anshar.
Andaikan mereka menolak Rasulullah ﷺ datang ke Madinah, perjalanan dakwah Islam tentu akan sangat berbeda.
Mereka membuka rumah, harta, dan hati mereka demi agama Allah.
Karena itulah Allah mengabadikan kemuliaan mereka, dan Rasulullah ﷺ mendoakan mereka dengan penuh cinta.
Semoga Allah meridhai seluruh Kaum Anshar dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu menolong agama-Nya dengan keikhlasan yang sama, meskipun dalam bentuk yang berbeda.
