Makna Sakinah dalam Al-Qur'an
Banyak orang mengira sakinah adalah perasaan tenang yang datang ketika semua masalah selesai.
Padahal Al-Qur'an menunjukkan sesuatu yang berbeda.
Ketenangan sejati bukan muncul karena keadaan berubah. Ketenangan sejati adalah karunia Allah yang hadir ketika keadaan belum berubah sama sekali.
Di situlah letak makna sakinah dalam Al-Qur'an.

Sakinah Turun Saat Keadaan Masih Berat
Allah berfirman:
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ
"Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin agar keimanan mereka bertambah di atas keimanan mereka yang telah ada."
(QS. Al-Fath: 4)
Ayat ini tidak turun setelah kemenangan besar.
Ayat ini turun ketika kaum Muslimin berada di Perjanjian Hudaibiyah, sebuah peristiwa yang pada pandangan manusia justru tampak seperti kekalahan. Penjelasan tafsir ayat ini dapat dipelajari lebih lanjut melalui Quran.com dan TafsirWeb.
Perjanjian Hudaibiyah yang Sulit Diterima
Rasulullah ﷺ dan para sahabat telah menempuh perjalanan jauh untuk menunaikan umrah.
Namun mereka tidak diizinkan memasuki Makkah.
Mereka harus kembali ke Madinah tanpa melihat Ka'bah.
Bahkan beberapa isi perjanjian tampak lebih menguntungkan pihak Quraisy daripada kaum Muslimin.
Tidak mengherankan jika sebagian sahabat merasa berat menerima keputusan tersebut.
Secara lahiriah, situasi itu tampak mengecewakan.
Namun Allah melihat apa yang belum mereka lihat.
Sakinah Bukan Sekadar Perasaan Tenang
Menariknya, Allah tidak langsung mengubah keadaan.
Allah tidak langsung memberikan kemenangan.
Yang Allah turunkan terlebih dahulu adalah sakinah.
Mengapa?
Karena kemenangan terbesar bukan selalu berubahnya keadaan di luar.
Sering kali kemenangan pertama adalah berubahnya hati.
Saat hati menjadi tenang, seseorang mampu melihat hikmah yang sebelumnya tertutup oleh rasa kecewa dan emosi.
Mengapa Sakinah Menambah Iman?
Ada satu bagian ayat yang sering terlewat.
Allah berfirman bahwa Dia menurunkan sakinah:
"...agar keimanan mereka bertambah di atas keimanan mereka yang telah ada."
Artinya, sakinah bukan hanya membuat seseorang merasa lebih tenang.
Sakinah membuat iman bertumbuh.
Seseorang yang tetap tenang ketika semua berjalan sesuai rencana belum tentu memiliki iman yang kuat.
Namun seseorang yang tetap percaya kepada Allah ketika keadaan terasa tidak adil, ketika harapan harus ditunda, dan ketika hasil belum terlihat, saat itulah imannya sedang naik ke tingkat yang lebih tinggi.
Ketenangan Adalah Bentuk Kepercayaan kepada Allah
Hari ini mungkin kita juga menghadapi "Hudaibiyah" dalam hidup masing-masing.
Doa yang belum dikabulkan.
Rencana yang tertunda.
Peluang yang hilang.
Harapan yang harus menunggu.
Mungkin kita terus meminta Allah mengubah keadaan.
Padahal sebelum keadaan berubah, Allah ingin terlebih dahulu menurunkan sakinah ke dalam hati kita.
Karena ketika hati sudah dipenuhi ketenangan dari Allah, kita tidak lagi bergantung pada keadaan untuk merasa damai.
Dan itulah salah satu bentuk iman yang paling matang: tetap tenang, bukan karena semua masalah selesai, tetapi karena yakin Allah sedang mengatur semuanya dengan hikmah yang terbaik.
