Siapa yang Sebenarnya Membutuhkan Shalat?
Pernah kepikiran?
Kalau Allah tidak membutuhkan shalat kita, lalu sebenarnya siapa yang paling membutuhkan shalat?
Jawabannya adalah kita.
Allah tidak menjadi lebih besar karena kita bersujud. Dan Allah tidak kehilangan apa pun ketika manusia lalai dari shalat.
Justru kitalah yang mudah kehilangan arah ketika jauh dari-Nya.
Shalat Adalah Pengingat
Allah SWT berfirman:
“Laksanakanlah shalat untuk mengingat-Ku.”
QS. Thaha: 14
Perhatikan: shalat bukan hanya tentang gerakan berdiri, rukuk, dan sujud.
Di tengah kehidupan yang penuh pekerjaan, target, masalah, dan berbagai hal yang harus kita pikirkan, shalat datang lima kali sehari untuk mengingatkan kita kembali:
Kepada siapa kita bergantung?
Siapa yang mengatur hidup kita?
Dan kepada siapa akhirnya kita akan kembali?
Kadang yang Kita Butuhkan Bukan Lebih Banyak Istirahat
Ada hari ketika tubuh lelah.
Ada juga hari ketika yang lelah justru hati.
Kita mencoba mengontrol semuanya, memikirkan masa depan, mengejar sesuatu yang belum tentu menjadi milik kita, sampai akhirnya lupa bahwa manusia memang tidak diciptakan untuk mengendalikan segala sesuatu.
Shalat mengajarkan kita untuk berhenti sejenak.
Meletakkan dunia di belakang.
Lalu berdiri menghadap Allah.
Jangan Tinggalkan Shalatmu
Mungkin selama ini kita melihat shalat sebagai kewajiban yang harus ditunaikan.
Padahal di balik kewajiban itu ada kebutuhan kita sendiri kepada Allah.
Kita butuh tempat untuk kembali ketika dunia terasa terlalu berat. Kita butuh pengingat ketika mulai lupa arah. Kita butuh sujud ketika hati terlalu sibuk merasa mampu melakukan semuanya sendiri.
Jadi, jangan tinggalkan shalatmu.
Bukan karena Allah membutuhkanmu.
Tapi karena setiap hari, dalam keadaan apa pun, kamu yang selalu membutuhkan-Nya.
