Sidik Jari dalam QS Al-Qiyamah Ayat 4
Ada satu bagian tubuh yang mungkin tidak pernah kita pikirkan sebagai sesuatu yang istimewa: ujung jari. Setiap hari kita menggunakannya untuk membuka ponsel, mengetik, memegang benda, hingga melakukan berbagai pekerjaan sederhana. Namun Al-Qur'an justru menyebut bagian tubuh ini ketika menjelaskan kemampuan Allah untuk membangkitkan manusia setelah kematian.
Dalam QS. Al-Qiyamah ayat 3–4, Allah berfirman bahwa manusia mengira tulang-belulangnya tidak akan dikumpulkan kembali, lalu Allah menjawab bahwa Dia bahkan mampu menyusun kembali ujung-ujung jarinya dengan sempurna. Ayat tersebut dapat dibaca melalui Qur'an Kemenag.
Allah berfirman:
بَلَىٰ قَادِرِينَ عَلَىٰ أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ
"Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun kembali jari-jemarinya dengan sempurna."
Kata yang digunakan dalam ayat tersebut adalah bananah atau banan, yang secara umum merujuk pada jari-jemari atau bagian ujung jari. Para mufasir klasik menjelaskan kata tersebut dalam konteks kemampuan Allah untuk menyusun kembali anggota tubuh manusia setelah kematian. Penjelasan mengenai akar kata dan penggunaannya dalam Al-Qur'an dapat ditelusuri melalui Quranic Arabic Corpus.
Namun, perkembangan ilmu pengetahuan kemudian membuat bagian ayat ini menjadi semakin menarik untuk direnungkan.

