Shalat di Masjidil Haram: Seberapa Besar Keutamaannya?

Kategori : Umrah, Haji, Umroh Plus, Tips, Manasik, Ditulis pada : 12 Agustus 2026, 16:11:14

MAKKAH — Bagi jamaah umroh, salah satu kesempatan yang paling berharga selama berada di Makkah adalah melaksanakan shalat di Masjidil Haram.

Masjid yang mengelilingi Ka'bah ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Rasulullah ﷺ juga menjelaskan keutamaan shalat di Masjidil Haram dibandingkan shalat di masjid lainnya.

Saat Berada di Masjidil Haram, Lebih Utama Lakukan Thawaf Dulu atau Shalat?  | Bincang Syariah

Keutamaan Shalat di Masjidil Haram

Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu shalat di tempat lainnya.

Riwayat mengenai keutamaan tersebut dapat dipelajari melalui Sunan Ibn Majah.

Keutamaan ini membuat banyak jamaah berusaha memaksimalkan waktu selama berada di Makkah.

Namun, keutamaan tersebut bukan alasan untuk mengabaikan kekhusyukan dan adab dalam beribadah.

Jangan Hanya Mengejar Jumlah

Ketika mengetahui besarnya keutamaan shalat di Masjidil Haram, sebagian jamaah mungkin langsung berpikir untuk memperbanyak shalat sebanyak-banyaknya.

Memperbanyak ibadah tentu merupakan hal baik.

Tetapi kualitas juga penting.

Satu shalat yang dilakukan dengan hati yang hadir jauh lebih bermakna daripada sekadar mengejar jumlah sambil pikiran terus memikirkan hal lain.

Ka'bah di Depan Mata

Ada pengalaman yang sulit dijelaskan dengan kata-kata ketika seseorang pertama kali melihat Ka'bah.

Selama bertahun-tahun mungkin Ka'bah hanya terlihat melalui layar ponsel, televisi, buku, atau foto.

Kemudian suatu hari, ia berdiri di Masjidil Haram dan melihatnya secara langsung.

Banyak jamaah menangis.

Bukan karena Ka'bah berubah.

Tetapi karena perjalanan panjang yang selama ini hanya ada dalam doa akhirnya menjadi kenyataan.

Apa yang Bisa Dilakukan Selain Shalat?

Waktu di Masjidil Haram tidak harus diisi dengan shalat saja.

Jamaah dapat memperbanyak tawaf sunnah sesuai kemampuan, membaca Al-Qur'an, berdzikir, bersalawat, berdoa, dan melakukan berbagai amal kebaikan.

Allah berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka..."

(QS. Fatir: 29)

Ayat tersebut dapat dibaca melalui Quran.com.

Jangan Lupa Kondisi Fisik

Semangat beribadah terkadang membuat jamaah lupa bahwa tubuh juga memiliki batas.

Jangan memaksakan diri ketika kelelahan.

Istirahat juga diperlukan agar jamaah dapat kembali beribadah dengan kondisi yang lebih baik.

Terutama bagi jamaah lanjut usia atau yang memiliki keterbatasan fisik, menjaga stamina selama berada di Tanah Suci menjadi hal penting.

Makkah Bukan Tempat untuk Mengejar Dokumentasi

Pemandangan Ka'bah memang sangat indah.

Wajar jika jamaah ingin mengambil foto.

Namun jangan sampai seluruh waktu di Masjidil Haram justru habis untuk membuat konten.

Ada momen yang mungkin tidak akan terulang.

Mungkin suatu hari kita akan sangat merindukan suasana yang sekarang sedang kita dokumentasikan.

Tetapi jangan sampai kamera menjadi lebih sering diarahkan kepada Ka'bah daripada hati kita diarahkan kepada Allah.

Manfaatkan Waktu dengan Bijak

Jamaah dapat membuat target sederhana selama berada di Makkah.

Misalnya:

  • Menjaga shalat lima waktu di Masjidil Haram jika memungkinkan.
  • Membaca beberapa halaman Al-Qur'an setiap hari.
  • Memperbanyak doa.
  • Memperbanyak dzikir.
  • Mengurangi aktivitas yang tidak perlu.

Tidak harus membuat target yang terlalu berat.

Yang penting konsisten dan mampu dijalankan.

Pendampingan Selama di Makkah

Bagi jamaah yang baru pertama kali datang ke Makkah, pendampingan dapat membantu memahami berbagai kebutuhan selama perjalanan.

King Salman Travel memberikan pendampingan jamaah selama berada di Tanah Suci sehingga jamaah dapat lebih fokus pada ibadah.

Informasi mengenai program dan perjalanan umroh dapat dipelajari melalui King Salman Travel.

Mungkin kita hanya memiliki beberapa hari di Makkah.

Beberapa hari yang mungkin terasa begitu cepat.

Maka ketika berada di Masjidil Haram, jangan hanya menghitung berapa kali sudah datang ke masjid.

Hitung juga berapa kali hati benar-benar hadir.

Karena bisa jadi, yang paling kita rindukan setelah pulang nanti bukan hotelnya.

Bukan makanan khas Makkah.

Bukan oleh-olehnya.

Tetapi momen ketika kita berdiri di Masjidil Haram dan merasa begitu dekat dengan Allah.

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id