Hari Terakhir di Madinah, Jangan Lewatkan Ini

Kategori : Umrah, Haji, Umroh Plus, Tips, Manasik, Ditulis pada : 14 Agustus 2026, 08:53:06

MADINAH — Bagi banyak jamaah umroh, hari terakhir di Madinah biasanya terasa berbeda. Koper mulai dipersiapkan, oleh-oleh diperiksa kembali, kamar dirapikan, dan jamaah mulai bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Tanpa terasa, kota yang selama beberapa hari menjadi tempat beribadah dan mendekatkan diri kepada Rasulullah ﷺ harus segera ditinggalkan.

Padahal, hari terakhir di Madinah justru bisa menjadi salah satu waktu yang paling berkesan dalam perjalanan umroh. Di tengah kesibukan checkout dan mempersiapkan barang, jamaah dapat menyisihkan waktu untuk kembali ke Masjid Nabawi, memperbanyak salawat, berdzikir, berdoa, dan mengucapkan salam sebelum meninggalkan kota Rasulullah ﷺ.

Informasi mengenai Madinah dan berbagai destinasi resminya dapat dilihat melalui Visit Saudi.

3a3d25cd-487a-4dc4-96da-73dcca2202a2.jpg

Mulai Pagi dengan Shalat Subuh dan Dzikir

Jika kondisi memungkinkan, salah satu cara terbaik mengawali hari terakhir adalah dengan melaksanakan shalat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi. Setelah shalat, jamaah dapat meluangkan waktu untuk berdzikir, membaca Al-Qur'an, dan berdoa hingga matahari terbit.

Momen seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun ketika seseorang menyadari bahwa beberapa jam lagi ia akan meninggalkan Madinah, suasana tersebut bisa terasa sangat berbeda. Tidak ada yang tahu apakah Allah akan kembali memberikan kesempatan untuk duduk di tempat yang sama pada perjalanan berikutnya.

Kembali Mengucapkan Salam kepada Rasulullah ﷺ

Sebelum meninggalkan Madinah, jamaah dapat kembali mengunjungi area makam Rasulullah ﷺ untuk menyampaikan salam dengan tetap menjaga adab dan ketenangan. Jangan terburu-buru hanya karena mengejar jadwal keberangkatan.

Sampaikan salam kepada Rasulullah ﷺ, kemudian kepada Abu Bakar RA dan Umar RA. Setelah itu, berdoalah kepada Allah agar perjalanan pulang diberikan keselamatan dan agar Allah kembali memberikan kesempatan untuk mengunjungi Masjid Nabawi.

Pembahasan mengenai Masjid Nabawi dan sejarahnya juga dapat ditemukan melalui Encyclopaedia Britannica.

Berdoa Agar Kembali ke Madinah

Ada satu doa yang bisa dipanjatkan dengan penuh harap: "Ya Allah, jangan jadikan ini sebagai kunjungan terakhirku ke masjid Nabi-Mu."

Tidak ada yang mengetahui kapan kesempatan berikutnya akan datang. Ada orang yang setelah pulang segera merencanakan perjalanan berikutnya, tetapi ada pula yang bertahun-tahun hanya bisa menyimpan kerinduan.

Karena itu, jangan ragu meminta kepada Allah agar kembali dipertemukan dengan Madinah. Bukan hanya sekadar kembali sebagai wisatawan, tetapi kembali sebagai seorang hamba yang ingin memperbaiki ibadah dan kehidupannya.

Luangkan Waktu untuk Shalat di Masjid Nabawi

Sebelum benar-benar meninggalkan Madinah, jamaah yang memiliki kesempatan dapat melaksanakan shalat di Masjid Nabawi. Masjid ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa shalat di masjid beliau lebih utama daripada seribu shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram.

Informasi mengenai Masjid Nabawi dan sejarahnya dapat dipelajari melalui sumber resmi Saudi Press Agency.

Jamaah tidak perlu mengejar sebanyak mungkin aktivitas. Yang terpenting adalah menjalankannya dengan tenang, menjaga adab, dan tidak mengganggu jamaah lain.

Ziarah Jannatul Baqi

Jika jadwal dan ketentuan kunjungan memungkinkan, jamaah juga dapat berziarah ke Jannatul Baqi, pemakaman bersejarah yang berada di dekat Masjid Nabawi. Di tempat ini dimakamkan banyak sahabat dan keluarga Rasulullah ﷺ.

Ziarah kubur mengingatkan manusia bahwa kehidupan dunia memiliki akhir. Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk berziarah kubur karena hal tersebut dapat mengingatkan kepada kematian dan kehidupan akhirat.

Karena itu, ziarah bukan sekadar aktivitas dalam itinerary perjalanan. Ada pelajaran besar yang bisa dibawa pulang: bahwa suatu hari setiap manusia akan meninggalkan dunia, sebagaimana suatu hari kita meninggalkan Madinah.

Jangan Biarkan Perjalanan Pulang Berakhir Begitu Saja

Setelah meninggalkan Madinah, perjalanan belum benar-benar selesai. Perjalanan pulang juga bisa diisi dengan dzikir, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak salawat.

Rasulullah ﷺ mengajarkan keutamaan bersalawat. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa siapa yang bersalawat kepada beliau satu kali, Allah akan memberikan sepuluh rahmat kepadanya. Hadis mengenai keutamaan salawat dapat ditelusuri melalui Sunnah.com.

Jadi, ketika kendaraan mulai meninggalkan Madinah dan bangunan kota perlahan semakin jauh, jangan hanya sibuk dengan ponsel atau memikirkan oleh-oleh. Jadikan perjalanan tersebut sebagai waktu untuk mengingat Rasulullah ﷺ dan bersyukur kepada Allah karena telah memberikan kesempatan untuk datang.

Jangan Jadikan Perpisahan sebagai Akhir

Ada sesuatu yang menarik dari perjalanan ke Madinah. Kita datang dengan perasaan rindu, kemudian ketika akhirnya harus pergi, rasa rindu itu justru semakin besar.

Mungkin karena selama berada di sana kita baru menyadari betapa istimewanya tempat yang selama ini hanya kita kenal dari cerita dan gambar.

Mungkin juga karena kita tahu bahwa tidak ada jaminan akan kembali.

Karena itu, perpisahan dengan Madinah sebaiknya tidak hanya diisi dengan kesedihan. Jadikan ia sebagai doa dan harapan.

"Ya Allah, jika Engkau masih mengizinkan, pertemukan aku kembali dengan kota ini dalam keadaan yang lebih baik, dengan iman yang lebih kuat, dan dengan hati yang lebih dekat kepada-Mu."

Perjalanan Umroh yang Tidak Berhenti di Madinah

Momen seperti ini juga menjadi alasan pentingnya memilih travel yang mampu mengatur perjalanan jamaah dengan baik. Jadwal yang teratur membuat jamaah tidak hanya mengejar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga memiliki ruang untuk beribadah dan menikmati setiap momen di Tanah Suci.

King Salman Travel mempersiapkan perjalanan jamaah mulai dari keberangkatan, handling, akomodasi, transportasi hingga pendampingan selama berada di Tanah Suci. Informasi mengenai program umroh dapat dilihat melalui King Salman Travel.

Jamaah yang sedang mempersiapkan keberangkatan juga dapat membaca panduan persiapan umroh agar perjalanan lebih terencana.

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id