Mengambil Tanah Secara Zalim, Ini Peringatan Rasulullah ﷺ

Kategori : Tips, Ditulis pada : 26 Agustus 2026, 08:57:05

Peringatan tentang Sejengkal Tanah

Ada hadis Rasulullah ﷺ yang terdengar sederhana, tetapi ancamannya begitu berat. Beliau bersabda bahwa siapa pun yang mengambil sejengkal tanah secara zalim, pada hari Kiamat tanah tersebut akan dikalungkan kepadanya dari tujuh lapis bumi.

Hadis ini diriwayatkan antara lain dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Salah satu sahabat yang meriwayatkan kisah tersebut adalah Sa'id bin Zaid RA. Peringatan ini menunjukkan betapa seriusnya Islam menjaga hak kepemilikan dan melarang seseorang mengambil sesuatu yang bukan haknya. Rujukan hadis dapat diperiksa melalui Sunnah.com.

7640b9be-39c0-428c-ae66-1048a8c89986.jpg

Bukan Seberapa Luas Tanahnya

Hal yang menarik dari hadis tersebut adalah ukuran yang disebutkan: sejengkal.

Rasulullah ﷺ tidak menyebut seseorang baru akan mendapatkan ancaman ketika merampas tanah dalam jumlah besar. Bahkan mengambil bagian yang sangat kecil secara zalim pun diperingatkan dengan ancaman yang berat.

Pesannya jelas. Dalam Islam, ukuran kerugian tidak hanya dilihat dari luas benda yang diambil. Persoalan utamanya adalah hak. Jika sesuatu bukan milik kita, mengambilnya tanpa hak tetap merupakan bentuk kezaliman, meskipun jumlahnya terlihat kecil.

Ketika Hak Orang Lain Diabaikan

Persoalan tanah hingga hari ini bukan hanya tentang sertifikat atau batas kepemilikan. Di dalamnya bisa terdapat persoalan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, petani yang kehilangan lahan, atau warga yang terdampak oleh perubahan fungsi suatu kawasan.

Islam memberikan perhatian besar terhadap hak manusia. Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajarkan ibadah individual, tetapi juga memperingatkan umat agar tidak mengambil hak orang lain.

Karena itu, persoalan kepemilikan tidak dapat dipisahkan dari keadilan. Memiliki kekuatan ekonomi atau akses yang lebih besar tidak otomatis membuat seseorang berhak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.

Bagaimana dengan Kerusakan Lingkungan?

Di era modern, persoalan tanah juga berhubungan dengan lingkungan. Pembukaan lahan secara ilegal, pembakaran hutan, perusakan kawasan gambut, atau aktivitas yang menimbulkan pencemaran dapat memberikan dampak jauh lebih luas daripada sekadar hilangnya sebuah bidang tanah.

Ada masyarakat yang mungkin tidak pernah ikut mengambil keputusan, tetapi harus menghirup asap akibat kebakaran hutan. Ada warga yang tidak pernah melakukan pembukaan lahan, tetapi harus menghadapi banjir atau kehilangan sumber penghidupan akibat kerusakan lingkungan.

Tentu, hadis tentang mengambil tanah secara zalim tidak boleh dipaksakan menjadi dalil langsung untuk setiap persoalan lingkungan modern. Namun prinsip besarnya tentang larangan berbuat zalim dan mengambil hak secara tidak sah tetap relevan sebagai nilai moral dalam membicarakan persoalan tersebut.

Pembahasan mengenai lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia juga dapat dipelajari melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Islam Tidak Mengajarkan Kebebasan Tanpa Tanggung Jawab

Dalam pandangan Islam, manusia memang diberikan hak untuk memanfaatkan bumi. Tetapi hak tersebut selalu disertai tanggung jawab.

Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 30 tentang manusia sebagai khalifah di bumi. Konsep ini sering dipahami sebagai salah satu dasar bahwa manusia memiliki amanah untuk mengelola bumi, bukan merusaknya sesuka hati.

Karena itu, kekuasaan atas tanah tidak seharusnya dipahami sebagai izin untuk melakukan apa saja. Kepemilikan membawa tanggung jawab. Pemanfaatan membawa konsekuensi. Dan setiap tindakan yang merugikan orang lain akan memiliki pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Rasulullah ﷺ Tegas terhadap Kezaliman

Menariknya, ketegasan Rasulullah ﷺ dalam persoalan keadilan tidak membuat beliau menjadi sosok yang jauh dari manusia. Justru beliau dikenal karena kasih sayang dan kelembutannya.

Beliau bisa sangat tegas ketika hak manusia dilanggar, tetapi juga sangat lembut kepada orang miskin, anak yatim, tetangga, keluarga, bahkan makhluk hidup lainnya.

Inilah salah satu karakter penting dalam akhlak Rasulullah ﷺ. Kasih sayang tidak berarti membiarkan kezaliman. Sebaliknya, keadilan juga tidak harus diwujudkan dengan kebencian.

Dua hal tersebut dapat berjalan bersama.

Sejengkal yang Akan Dipertanggungjawabkan

Hadis tentang tanah mengingatkan kita bahwa sesuatu yang terlihat kecil di dunia belum tentu kecil di hadapan Allah.

Satu jengkal tanah mungkin terlihat tidak berarti bagi orang yang mengambilnya. Namun bagi pemiliknya, mungkin itu adalah bagian dari rumah, sumber penghasilan, atau peninggalan keluarganya.

Karena itu, Islam mengajarkan kehati-hatian dalam mengambil hak orang lain. Jangan sampai sesuatu yang dianggap "cuma sedikit" ternyata menjadi persoalan besar ketika seluruh perbuatan manusia diperhitungkan di akhirat.

Pada akhirnya, pesan hadis ini tidak hanya relevan bagi orang yang sedang berurusan dengan tanah. Ia juga berlaku untuk kehidupan sehari-hari: jangan mengambil hak orang lain, jangan menggunakan kekuasaan untuk menekan yang lemah, dan jangan menganggap kecil sebuah kezaliman hanya karena kerugiannya tidak terlihat oleh kita.

Belajar Mencintai Rasulullah ﷺ

Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ tidak berhenti pada memperbanyak shalawat atau mengenang kisah-kisah beliau. Salah satu bentuk cinta yang lebih dalam adalah berusaha memahami bagaimana beliau bersikap ketika menghadapi persoalan keadilan, hak manusia, lingkungan, keluarga, dan masyarakat.

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa menjadi manusia yang penuh kasih bukan berarti kehilangan ketegasan terhadap kezaliman.

Justru di situlah salah satu keindahan akhlak beliau: lembut kepada yang membutuhkan, tetapi tegas ketika hak manusia dilanggar.

Bagi yang ingin mendalami bagaimana Rasulullah ﷺ membangun kasih sayang, ketegasan, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, materi Loving Rasulullah dapat menjadi salah satu sarana untuk mengenal beliau secara lebih dekat.

Sebab mungkin persoalan terbesar bukan hanya bagaimana kita mencintai Rasulullah ﷺ.

Tetapi apakah cinta itu sudah membuat kita belajar berlaku adil seperti yang beliau ajarkan?

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id