Kenapa Kain Ka'bah Selalu Diganti?
Kenapa Kain Ka'bah Selalu Diganti?
Setiap melihat Ka'bah, hampir semua orang langsung mengenali satu hal: kain hitam dengan tulisan dan ornamen berwarna emas yang menutupinya. Kain tersebut disebut kiswah. Tapi pernah terpikir, kenapa kain Ka'bah harus diganti?
Kiswah bukan sekadar kain hitam berukuran besar. Pembuatannya dilakukan secara khusus di King Abdulaziz Complex for the Holy Kaaba Kiswa di Mekkah. Di sana, kain dibuat, diproses, dipotong, disatukan, kemudian dihiasi dengan bordir tulisan dan ornamen yang dikerjakan secara detail. Bagian tertentu bahkan menggunakan benang yang dilapisi emas dan perak. (Visit Saudi)
Ternyata Pembuatannya Tidak Sederhana
Kalau dilihat dari kejauhan, kiswah mungkin terlihat seperti kain hitam biasa. Padahal prosesnya cukup panjang. Setiap bagian harus dibuat dengan ukuran yang tepat agar dapat menutupi Ka'bah dengan sempurna. Tulisan dan ornamen yang terlihat berwarna emas juga dikerjakan secara khusus sehingga menghasilkan tampilan yang sangat khas.
Karena itu, ketika melihat kiswah secara langsung, sebenarnya kita sedang melihat perpaduan antara tradisi, seni, keterampilan, dan sejarah panjang yang berkaitan dengan Ka'bah.
Kenapa Warnanya Hitam?
Warna hitam memang sudah sangat identik dengan kiswah yang kita lihat sekarang. Namun menariknya, kiswah tidak selalu memiliki warna hitam sepanjang sejarahnya. Warna dan bentuk kain penutup Ka'bah mengalami perubahan pada masa yang berbeda.
Jadi, kain hitam yang sekarang menjadi ciri khas Ka'bah merupakan bagian dari perkembangan sejarah kiswah itu sendiri.
Apakah Kain Ini yang Membuat Ka'bah Mulia?
Tidak.
Ini penting untuk dipahami. Umat Islam tidak menyembah kiswah maupun Ka'bah. Yang disembah adalah Allah SWT. Ka'bah merupakan Baitullah dan kiblat umat Islam dalam shalat, sekaligus menjadi pusat rangkaian ibadah haji dan umroh.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”
QS. Ali 'Imran: 96
Jadi, kemuliaan Ka'bah bukan berasal dari kain hitamnya. Kiswah adalah bagian dari tradisi dan penghormatan terhadap Baitullah, sedangkan ibadah tetap ditujukan hanya kepada Allah.
Ada Cerita Panjang di Balik Kain yang Kita Lihat
Saat berada di Mekkah, jamaah mungkin lebih fokus pada momen melihat Ka'bah, melakukan tawaf, memperbanyak doa, dan beribadah di Masjidil Haram. Namun ternyata ada banyak hal di balik pemandangan tersebut yang jarang kita pikirkan.
Ada orang yang membuat kainnya. Ada yang mengerjakan bordirnya. Ada proses panjang sebelum kain tersebut akhirnya digunakan untuk menutupi Ka'bah.
Bahkan, kompleks pembuatan kiswah di Mekkah dapat dikunjungi oleh Muslim, sehingga jamaah yang memiliki waktu dan kesempatan bisa melihat lebih dekat bagaimana salah satu bagian paling ikonik dari Ka'bah dibuat. (Visit Saudi)
Jadi lain kali melihat Ka'bah, jangan hanya melihat warna hitam dan emasnya.
Di balik kain itu ada sejarah yang panjang, keterampilan manusia, dan tradisi yang terus dijaga.
Bagi jamaah yang sedang mempersiapkan perjalanan umroh, mengenal sejarah dan tempat-tempat penting di Mekkah juga bisa membuat perjalanan terasa lebih bermakna. King Salman Travel dapat membantu kebutuhan perjalanan dan pendampingan jamaah selama berada di Tanah Suci, sehingga jamaah bisa lebih fokus pada ibadah.
Karena terkadang, semakin kita mengenal tempat yang akan kita kunjungi, semakin berbeda rasanya ketika akhirnya berdiri di sana.
