Kebaikan Kecil, Allah Tetap Catat
Siapa sangka, sebuah kebaikan yang dilakukan Abu Lahab kepada Tsuwaibah menjadi kisah yang terus dikenang dalam pembahasan tentang kelahiran Rasulullah ﷺ? Abu Lahab memang dikenal sebagai salah satu orang yang paling keras menentang dakwah Nabi. Namanya bahkan disebut dalam QS. Al-Masad sebagai orang yang mendapatkan ancaman azab. Namun, ada satu peristiwa yang menarik untuk direnungkan: ketika Tsuwaibah, budaknya, membawa kabar tentang kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, Abu Lahab membebaskannya.
Kisah tentang Tsuwaibah ini disebut dalam Shahih Bukhari. Riwayat tersebut menyebutkan bahwa setelah Abu Lahab meninggal, salah seorang keluarganya melihatnya dalam mimpi dalam keadaan yang buruk. Abu Lahab kemudian menyebut bahwa ia tidak mendapatkan kebaikan setelah meninggal, kecuali sedikit keringanan karena telah memerdekakan Tsuwaibah.

Ada Kebaikan yang Jangan Diremehkan
Detail yang populer di masyarakat menyebut bahwa Abu Lahab mendapatkan keringanan setiap hari Senin karena Rasulullah ﷺ lahir pada hari Senin dan ia merasa gembira atas kelahiran beliau. Penjelasan ini dinukil oleh Ibnu Hajar dari As-Suhaili dalam Fath al-Bari. Namun, penting dicatat bahwa detail tersebut berasal dari kisah mimpi yang dijelaskan dalam syarah, bukan hadits Nabi ﷺ yang secara langsung mengatakan bahwa Abu Lahab mendapat keringanan setiap Senin.
Terlepas dari perbedaan penjelasan mengenai riwayat tersebut, ada satu pelajaran yang sangat layak direnungkan: jangan pernah menganggap remeh sebuah kebaikan.
Sesuatu yang menurut kita kecil bisa jadi memiliki nilai yang besar di sisi Allah. Begitu pula sesuatu yang dilakukan tanpa diketahui manusia tetap berada dalam pengetahuan Allah.
Allah SWT berfirman:
“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya.”
QS. Az-Zalzalah: 7
Ayat ini mengajarkan bahwa tidak ada amal yang benar-benar hilang. Bahkan kebaikan yang sangat kecil pun tetap berada dalam pengetahuan Allah.
Lalu, Bagaimana dengan Kebaikan Kita Hari Ini?
Kita mungkin tidak melakukan sesuatu yang terlihat besar. Tidak semua orang mampu membangun masjid, menyumbangkan harta dalam jumlah besar, atau melakukan amal yang diketahui banyak orang.
Namun mungkin hari ini kita bisa membantu seseorang. Memberikan makanan. Menyisihkan sebagian rezeki. Mengucapkan kata yang menenangkan. Memaafkan seseorang. Membantu orang tua. Atau sekadar membuat seseorang merasa tidak sendirian.
Jangan tunggu sampai mampu melakukan sesuatu yang besar untuk mulai berbuat baik.
Sebab bisa jadi, kebaikan yang menurut kita sederhana justru menjadi amal yang sangat berarti di hadapan Allah.
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan agar kita tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Nabi ﷺ bersabda agar seseorang tidak meremehkan kebaikan, meskipun hanya dengan menemui saudaranya dengan wajah yang berseri.
Kelahiran Rasulullah ﷺ Adalah Awal dari Cahaya Risalah
Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ bukan sekadar sebuah peristiwa sejarah. Beliau adalah Rasul yang membawa risalah Islam dan menjadi teladan bagi umat manusia.
Allah SWT berfirman:
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu...”
QS. Al-Ahzab: 21
Karena itu, memperingati atau mempelajari kisah kelahiran Rasulullah ﷺ seharusnya tidak berhenti pada mengetahui tanggal atau kisah masa kecil beliau. Yang lebih penting adalah belajar mengenal karakter beliau dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan.
Bagaimana beliau memperlakukan orang lain? Bagaimana beliau bersikap kepada keluarga? Bagaimana beliau menghadapi orang yang menyakitinya? Bagaimana beliau menunjukkan kasih sayang, kejujuran, keberanian, dan amanah?
Di situlah kisah kelahiran Rasulullah ﷺ menjadi lebih bermakna.
Belajar Meneladani Rasulullah Sejak Awal
Anak-anak juga perlu dikenalkan kepada Rasulullah ﷺ bukan hanya sebagai tokoh dalam sejarah, tetapi sebagai sosok yang memiliki akhlak luar biasa dan layak dijadikan teladan.
Karena itu, pembelajaran tentang Rasulullah sebaiknya dimulai sejak dini dengan cara yang dekat dengan dunia anak: mengenalkan kisah beliau, karakter beliau, keberanian, kejujuran, kasih sayang, dan nilai-nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program Born to be Hero dapat menjadi salah satu pilihan bagi orang tua yang ingin mengenalkan karakter dan keteladanan Rasulullah ﷺ kepada anak sejak titik paling awal, dengan pendekatan pembelajaran yang relevan untuk membangun karakter.
Dan bagi keluarga yang suatu hari ingin membawa anak mengenal langsung Tanah Suci, perjalanan umroh juga bisa menjadi pengalaman spiritual yang sangat berharga. King Salman Travel hadir untuk membantu mempersiapkan perjalanan jamaah menuju Tanah Suci, sehingga perjalanan tidak hanya menjadi wisata religi, tetapi juga kesempatan untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dan meningkatkan kualitas ibadah.
Pada akhirnya, mungkin tidak ada yang tahu kebaikan yang kita lakukan hari ini.
Tidak ada yang memuji. Tidak ada yang mengunggah. Tidak ada yang bertepuk tangan.
Tetapi Allah tahu.
Maka jangan menunggu melakukan kebaikan yang besar.
Mulailah dari yang kecil. Lakukan dengan ikhlas. Ulangi dengan istiqamah.
Karena kita tidak pernah tahu, kebaikan kecil mana yang kelak menjadi sebab datangnya rahmat Allah kepada kita.
