Kategori : Tips, Ditulis pada : 02 September 2026, 08:49:52
Banyak orang membayangkan rumah tangga sakinah sebagai rumah tangga yang tidak pernah bertengkar, selalu romantis, dan hidup tanpa masalah. Padahal kehidupan Rasulullah ﷺ bersama Aisyah radhiyallahu 'anha menunjukkan sesuatu yang jauh lebih manusiawi: sakinah justru terlihat dari bagaimana kasih sayang hadir dalam hal-hal kecil.
Rasulullah ﷺ pernah berlomba lari dengan Aisyah. Pada perlombaan pertama, Aisyah memenangkan perlombaan tersebut. Pada kesempatan berikutnya, Rasulullah ﷺ mengalahkannya dan kemudian mengatakan bahwa kemenangan itu untuk membalas kemenangan sebelumnya. Kisah ini menunjukkan bahwa bercanda dan bermain bersama pasangan bukan sesuatu yang bertentangan dengan keseriusan dalam beragama.
Saat Aisyah Haid, Rasulullah ﷺ Tetap Dekat
Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, Aisyah radhiyallahu 'anha menceritakan bahwa ketika dirinya sedang haid, Rasulullah ﷺ bersandar di pangkuannya dan membaca Al-Qur'an. HR. Bukhari No. 297.
Ini menjadi pengingat bahwa menstruasi bukan alasan untuk menjauhkan seorang istri dari kasih sayang dan kedekatan emosional.
Ada kondisi biologis yang memang memiliki aturan tertentu dalam ibadah, tetapi bukan berarti seorang perempuan menjadi “kotor” atau harus diperlakukan berbeda secara manusiawi.
Bahkan Saat I'tikaf, Perhatian Itu Tetap Ada
Dalam hadits lain, Aisyah radhiyallahu 'anha menceritakan bahwa ketika Rasulullah ﷺ sedang beri'tikaf di masjid, beliau menjulurkan kepala kepada Aisyah yang berada di tempatnya untuk disisir rambutnya. HR. Bukhari No. 2028.
Bayangkan sederhananya momen tersebut.
Tidak ada hadiah mahal.
Tidak ada perjalanan romantis.
Hanya seseorang yang sedang beribadah, tetapi tetap memberikan ruang bagi hubungan dengan istrinya melalui sebuah perhatian kecil.
Justru dari hal sederhana seperti inilah kita bisa melihat bagaimana Rasulullah ﷺ memperlakukan keluarganya.
Sakinah Bukan Berarti Tidak Pernah Ada Masalah
Rumah tangga Rasulullah ﷺ juga bukan kehidupan yang selalu bebas dari persoalan. Ada kecemburuan, perbedaan pendapat, dan berbagai situasi yang harus dihadapi.
Tetapi yang menarik adalah cara beliau menghadapi hubungan tersebut.
Kasih sayang tidak hanya ditunjukkan ketika semuanya berjalan baik. Ia justru terlihat ketika seseorang tetap memilih untuk lembut, menghargai, dan memperhatikan pasangannya di tengah kesibukan dan keadaan yang tidak sempurna.
Allah SWT berfirman:
“Dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih dan sayang.” QS. Ar-Rum: 21
Maka sakinah bukan sekadar rumah yang tidak pernah berisik.
Sakinah adalah ketika di dalam rumah ada rasa aman untuk menjadi diri sendiri, ada kasih sayang yang terus dirawat, dan ada dua orang yang sama-sama berusaha mendekat kepada Allah.
Mungkin Kita Terlalu Mencari yang Besar
Kita sering berpikir untuk membuat pasangan bahagia harus melakukan sesuatu yang besar.
Padahal bisa jadi yang paling dibutuhkan justru hal sederhana: mendengarkan, bercanda bersama, membantu ketika lelah, mengingat hal kecil yang disukai pasangan, atau sekadar memberikan perhatian ketika pasangan sedang tidak baik-baik saja.
Rasulullah ﷺ memberikan teladan bahwa menjadi romantis tidak harus selalu dengan sesuatu yang mewah.
Kadang sakinah tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali.
Bukan tentang seberapa sempurna rumah tanggamu, tetapi seberapa sering kamu memilih untuk kembali kepada kasih sayang dan kebaikan.
Dan mungkin, itulah salah satu bentuk cinta yang paling indah dalam Islam: cinta yang tidak hanya diucapkan, tetapi terlihat dalam keseharian.
Bagi pasangan yang sedang mempersiapkan perjalanan umroh bersama, perjalanan ke Mekkah dan Madinah juga bisa menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali hubungan, beribadah bersama, dan mengingat tujuan hidup sebagai pasangan. King Salman Travel dapat membantu kebutuhan perjalanan umroh agar persiapan teknis lebih terarah dan waktu di Tanah Suci dapat lebih fokus pada ibadah.
Karena rumah tangga sakinah tidak dibangun dalam satu hari. Ia dibangun dari kebaikan-kebaikan kecil yang dipilih, setiap hari.