Jangan Terlalu Idealis Soal Calon Suami?

Kategori : Tips, Ditulis pada : 05 September 2026, 08:40:44

Jangan Turunkan Standar yang Justru Diajarkan Nabi

Sering dengar kalimat, “Jangan terlalu idealis soal calon suami.”

Tapi kalau standar yang dijaga adalah agama dan akhlak, apakah itu benar-benar terlalu tinggi?

Rasulullah ﷺ justru memberikan panduan yang sangat jelas:

“Apabila datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia.”
HR. Tirmidzi

Artinya, dalam memilih pasangan, Islam tidak menjadikan harta, status, penampilan, atau popularitas sebagai ukuran utama.

Muslim Marriages Now Recognised By South Africa in A Historic Move - Somali  Magazine

Karena Menikah Bukan Hanya Soal Cinta

Cinta memang penting. Tapi pernikahan adalah perjalanan panjang.

Orang yang kita pilih sebagai pasangan akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tempat berbagi keputusan, membangun keluarga, dan mendidik anak-anak.

Karena itu, wajar jika seorang perempuan mempertimbangkan bagaimana agamanya, bagaimana akhlaknya, bagaimana tanggung jawabnya, dan bagaimana sikapnya ketika menghadapi masalah.

Standar bukan berarti mencari manusia sempurna.

Standar berarti tahu nilai apa yang tidak boleh dikorbankan.

Aisyah RA Juga Mengingatkan

Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah memberikan nasihat tentang pentingnya berhati-hati dalam memilih orang yang akan dinikahkan dengan seorang perempuan.

Pesannya sederhana: perhatikan kepada siapa kalian menyerahkan anak perempuan kalian.

Sebab keputusan menikah bukan keputusan kecil. Ia menyangkut kehidupan seseorang dalam waktu yang panjang.

Jadi, Terlalu Tinggi atau Justru Tepat?

Kalau seseorang menolak calon karena tidak sempurna, mungkin itu bisa menjadi standar yang tidak realistis.

Tetapi jika seseorang ingin memastikan calon suaminya memiliki agama dan akhlak yang baik, itu bukan terlalu idealis.

Justru itulah standar yang telah diberikan Rasulullah ﷺ.

Jangan merasa bersalah hanya karena ingin memilih pasangan yang membuatmu lebih dekat kepada Allah.

Karena dalam pernikahan, yang dicari bukan hanya seseorang untuk dicintai, tetapi seseorang yang bisa diajak berjalan menuju ridha-Nya.

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id