Kategori : Tips, Ditulis pada : 07 September 2026, 08:27:30
Ada satu kalimat yang sangat populer di kalangan umat Islam: “Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China.”
Namun, para ulama hadis berbeda pendapat mengenai sanad hadis tersebut. Karena itu, kalimat ini tidak tepat dijadikan sabda Nabi ﷺ tanpa penjelasan. Meski begitu, semangat untuk bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu tetap sejalan dengan banyak dalil yang sahih.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” HR. Muslim
Ilmu Tidak Selalu Datang dari Jalan yang Mudah
Hari ini, ilmu agama bisa ditemukan hanya dalam hitungan detik. Kajian ada di mana-mana. Buku digital mudah didapat. Ceramah bisa didengarkan kapan saja.
Tapi justru di tengah kelimpahan informasi, tantangannya berubah.
Bukan lagi sulit menemukan ilmu, tetapi sulit menentukan ilmu mana yang benar dan layak diikuti.
Karena banyaknya informasi tidak otomatis membuat seseorang menjadi berilmu. Kita tetap membutuhkan guru, rujukan yang terpercaya, pemahaman yang benar, dan adab dalam belajar.
Bukan Sekadar Tahu
Ilmu dalam Islam bukan hanya tentang seberapa banyak yang bisa kita kutip.
Ilmu seharusnya melahirkan amal, memperbaiki akhlak, dan membuat seseorang semakin takut kepada Allah.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.” QS. Fatir: 28
Maka pertanyaannya bukan sekadar, “Sudah berapa banyak yang kamu tahu?”
Tetapi: “Ilmu mana yang benar-benar kamu perjuangkan untuk dipahami dan diamalkan?”
Belajar di Tengah Fitnah Akhir Zaman
Di tengah banyaknya informasi tentang akhir zaman, Dajjal, geopolitik, dan berbagai teori yang beredar, kita justru perlu semakin berhati-hati.
Jangan sampai rasa penasaran membuat kita menerima semua informasi tanpa memeriksa dalil dan sumbernya.
Karena semakin sensitif sebuah pembahasan, semakin penting pula ilmu dan adab dalam menyikapinya.
King Shifrun dan Ustadz Rahmat Baequni menghadirkan seri “Plot Twist Akhir Zaman”, yang membahas arah geopolitik akhir zaman hingga pembahasan tentang kemunculan Dajjal.
Pada akhirnya, ilmu yang kita cari bukan hanya untuk membuat kita tahu lebih banyak, tetapi agar kita lebih siap ketika kebenaran benar-benar diuji.